Sabtu, 21 November 2009

Ucapan Terima Kasih kepada Guru
di Hari Guru*


Ketika saya mengenal Guru, saya sedang mengalami saat paling menyedihkan dalam hidup saya. Saya akan segera lulus dari perguruan tinggi terkenal, dan memulai karir saya di bidang profesi yang terhormat. Saya seharusnya memiliki masa depan yang cerah, tetapi saya hanya melihat kegelapan yang terbentang di depan saya. Mimpi saya telah menjadi kenyataan, tetapi saya merasa separuh diri saya telah mati. Segalanya tidak seperti yang diharapkan.

Setelah inisiasi, hidup saya menjadi lebih mudah. Kadang-kadang, tampaknya saya akan kembali tergelincir ke dalam penderitaan, tetapi Guru selalu menyelamatkan saya. Saya menyadari bahwa saya dilindungi oleh Guru sejak jauh hari sebelum saya diinisiasi. Akan tetapi, hati saya tetap membeku selama bertahun-tahun. Saya tidak yakin akan kemampuan saya dalam mengasihi, apakah saya sungguh-sungguh memiliki kasih di dalam diri saya.

Selama bertahun-tahun, Guru mengupayakan berbagai cara untuk menerobos tembok beku dalam diri saya agar cahaya dapat menyinari saya. Sungguh tidak terbayangkan betapa sulitnya pekerjaan tersebut dilakukan pada orang seperti saya. Saya pasti telah banyak mendatangkan saat-saat putus asa dan menyedihkan kepada Guru dan saya sungguh merasa menyesal karena telah menempatkan beban saya pada Guru.

Delapan belas tahun yang lalu, jika saya bersedih, hanya terpendam di dalam hati, tetapi belakangan ini saya akan menangis seperti anak kecil. Air mata yang mengalir adalah air mata syukur dan kegembiraan atas kasih yang telah saya temukan dalam diri saya.

Di hari ulang tahun ke-18 inisiasi saya, saya menulis kepada Guru sebagai berikut:

“Guru, saya berusia lima puluh tahun, tetapi rasanya baru berusia lima belas, hanya lebih baik! Saya sungguh bersyukur bahwa: saya terbebas dari nafsu keinginan, dari kesombongan, dan sifat ego. Sekalipun saya tidak begitu yakin apakah saya dapat selalu berada dalam keadaan tanpa ego, saya berusaha sebaik-baiknya dan belajar melalui cinta yang tanpa pamrih dan bakti yang tulus. Yang paling utama, saya menghargai bahwa Guru telah bersabar terhadap saya dan membimbing saya untuk menjadi diri saya seperti hari ini.”

Saya tidak dapat menjelaskan perasaan bahagia ini! Kata-kata tidak dapat mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih saya yang terdalam! Guru, saya hanya dapat berharap agar hidup-Mu dipenuhi kebahagiaan dan cinta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar